| MENIMBANG-NIMBANG PERLENGKAPAN BAYI nakita mengorek pengalaman beberapa ibu soal perlengkapan bayi yang mereka anggap tidak urgen untuk dimiliki. Semoga pengalaman-pengalaman ini bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum membeli.
Utami Sri Rahayu. Foto: Iman/nakita
MENIMBANG-NIMBANG PERLENGKAPAN BAYI
BABY TAFEL
Nana, ibunda Salvador (4 bulan)
"Menurutku baby tafel bukanlah kebutuhan yang wajib dibeli. Tapi kalau
dapat hadiah, masih okelah. Pertimbangannya, pertama harganya mahal, hampir sama
dengan harga boks bayi, lo. Kedua, makan tempat, terutama bagi ruang terbatas.
Yang masih ngontrak bisa repot deh kalau dapat hadiah seperti itu. Ketiga, waktu
pemakaiannya pendek. Saat bayiku berusia 4 bulan saja, aku sudah khawatir jika
mengganti bajunya di
baby tafel. Takut kalau lengah
sedikit, Salvador malah terjatuh."
Pertimbangan sebelum membeli;
• Ruangan yang dimiliki. Umumnya ukuran baby tafel sama dengan ukuran sebuah
meja standar. Tentu di dalam kamar yang ukurannya terbatas, baby tafel akan
mempersempit ruangan.
• Waktu penggunaan singkat. Setelah bayi 6 bulan, memakaikan bayi popok/baju
di atas
baby tafel
justru berisiko karena bayi sudah bisa berguling ke sana kemari.
KERETA DORONG
Tia, ibunda Kezia (1)
"Kereta dorong sudah kami siapkan semenjak saya masih hamil. Kami pikir itu
akan banyak manfaatnya. Ternyata hanya terpakai hingga Kezia berusia 9 bulan.
Sebelumnya setiap hari Kezia memang diajak jalan-jalan pagi dengan kereta
dorongnya. Namun, setelah ia bisa jalan sendiri, setiap ditaruh di dalam kereta,
Kezia enggak betah lagi. Kalau misalnya sedang diajak ke mal, dia lebih banyak
jalan sendiri ketimbang duduk manis di kereta dorongnya. Alhasil, kereta dorong
itu malah jadi tempat barang-barang belanjaan. Saya memang lebih suka
menggendong bayi daripada menjinjing belanjaan. Jadi kereta dorong itu
dialihfungsikan menjadi kereta belanja ha...ha..ha..."
Pertimbangan sebelum membeli:
* Tingkat kebutuhan akan kereta dorong. Bila kekerapan kita untuk bepergian
dengan si kecil memang tinggi, kereta dorong tentulah menjadi barang yang urgen.
Sebaliknya kalau si kecil yang masih imut-imut itu lebih sering tinggal di rumah,
ditambah banyak orang yang bersedia menggendongnya--ada nenek, kakek, tante dan
pengasuh--dana untuk membeli stroller
bisa dialihkan untuk keperluan bayi lainnya.
* "Prinsip" kelekatan. Bila Anda memiliki prinsip untuk
selalu menjaga kelekatan dengan bayi (salah satunya dengan menggendong)
tampaknya kereta dorong tidak akan banyak digunakan.
BOKS BAYI
Rosyida, ibunda Nasia Ratu Mariam (1;1)
"Nasia pakai boks sampai usianya 6 bulanan. Selanjutnya,
dia sudah tidak betah. Kalau diletakkan dalam boks, selalu
nangis. Setelah itu kami selalu tidur
sama-sama. Nilai lebihnya menggunakan boks? Bayi jadi lebih aman karena ada
pembatasnya, saya tidak waswas dia akan jatuh bila ditinggal. Juga dalam boks ia
lebih terlindung dari nyamuk karena kebetulan boks itu ada kelambunya.
Kekurangannya, kalau mau menyusui di malam hari, jadi repot. Sedangkan kalau
tidur satu ranjang bersama bayi, kan, kalau mau menyusui bisa langsung. Tidur
bersama bayi juga menambah kelekatan antara ibu dan anak."
Pertimbangan sebelum membeli;
* Cermati rencana Anda. Bila si
kecil akan diajarkan tidur sendiri semenjak bayi, pilihan memiliki boks adalah
tepat. Pilih boks yang sesuai dengan kebutuhan dan keuangan. Bila ingin
sekaligus berfungsi sebagai tempat tidur hingga berusia batita, pilihlah yang
besar dan dapat ditingkatkan fungsinya.
* Masa pakai boks bayi tidak lama. Umumnya hanya selama
masa bayi atau kurang lebih 1 tahun. Setelah memasuki masa batita, biasanya anak
sudah aktif bergerak.
* Kalaupun ingin membeli boks, pilih yang beroda dan
dapat diletakkan bersisian dengan tempat tidur orangtua, istilahnya
bedside cot. Boks jenis ini memiliki
pilihan ketinggian, sehingga bisa disejajarkan dengan ketinggian ranjang
orangtua.
KERANJANG BAYI
Ruhry Mulyati Setyarini ibunda Aqila
Janiska (5 bulan)
"Aku sebenarnya tidak secara khusus membeli keranjang
bayi ini. Kebetulan saja ada yang memberi sebagai bingkisan. Sebenarnya sih
penggunaannya tidak lama. Sekarang saat Aqila 5 bulan, keranjang bayi itu sudah
tidak berfungsi maksimal lagi. Sewaktu masih 1–2 bulan, lumayan terpakai.
Terutama kalau ke dokter. Dengan keranjang bayi, tidur Aqila jadi tidak
terganggu karena dia bisa tetap meringkuk tenang di dalamnya. Tapi kalau aku
sendiri pastinya akan memilih barang yang lain daripada membeli keranjang ini."
Pertimbangan sebelum membeli:
• Keranjang bayi umumnya digunakan untuk bayi yang baru
lahir. Dalam keranjang, tidur bayi tidak terganggu jika ia harus dipindahkan
dari satu tempat ke tempat lain. Hanya saja, masa pakainya tidak lama.
KANTONG TIDUR
Grace ibunda Patricius Virendra
Natha Wiedyanto (5 bulan)
"Buat saya, kantong tidur sebenarnya bukan perlengkapan wajib yang harus
dimiliki. Kebetulan saya memilikinya karena hadiah dari teman. Alasan mengapa
kantong tidur tidak perlu-perlu amat karena hanya dipakai sewaktu-waktu,
umpamanya, saat mengajak bayi kontrol ke dokter. Kalau sehari-hari di rumah sih,
enggak pernah dipakai. Kantong tidur itu pun hanya bisa digunakan sampai bayi
berusia kurang lebih 3 bulan. Karena tubuhnya sudah semakin besar, kantong
tidurnya sudah enggak muat lagi. Sekarang kantong tidur yang saya miliki itu
hanya digunakan untuk alas main atau alas kereta dorong supaya lebih empuk."
Petimbangan sebelum membeli:
• Berhubung kita tinggal di negara tropis, bisa jadi kantong tidur malah akan
membuat bayi kegerahan dan membuat tidur bayi tidak nyenyak. Namun bila kamar si
kecil ber-AC kantong tidur ini bisa menjadi pengganti selimut yang nyaman.
• Kantong tidur umumnya digunakan ketika bayi pulang dari rumah sakit.
Fungsinya sebagai pembungkus bayi agar tidak kaget saat terkena suhu luar. Namun
sebenarnya selimut tipis khusus untuk bayi juga sudah dapat difungsikan sama
dengan kantong tidur.
|